Kali ini ane mau bercerita tentang teman saat Aliyah dulu bahkan sampai kuliah juga satu universitas yang sama, untung tidak satu kelas (hahaha). Ntah mengapa kali ini ane ingin sekali naikkan cerita tentang dia. Gimana ya kayak ada beda-bedanya loh (kita beda kasta beda segalanya, lah kok nyanyi) yauda deh kita cuss cerita tentang dia.
Dia adalah Nesya Izzania BatuBara kami biasa memanggilnya negen (masih banyak julukannya bisa ga kelar nih kalau disebutkan semua) dia merupakan anak yang smart, humble, heboh, dll (ok cukup promosinya) selain yang telah disebutkan tadi dia juga ini ya haduh ga sanggup bilang deh (hahaha) seperti preman terminal (ngeri ga tuh) bahkan cowok pun bisa kabur kalau berhadapan dengan dia (wkwkwk).
Ada satu cerita nih saat masa sekolah dulu, dia kalau sudah mengutip uang kas uda ga sanggup berkata-kata lagi. You know lah kan bagaimana bendahara saat mengutip uang kas. Nah kalau dia ini lebih menakutkan (ih kok merinding ya, hahaha) apalagi nih ya jika dia sudah berkolaborasi dengan temannya yang sama seperti dia juga yaitu emri dahlena uda deh rasanya itu seperti masuk kekandang singa yang lagi kelaperan (kebayang ga tuh) masalahnya ialah yang menjadi korban keganasan itu selalu itu-itu saja orangnya yaitu ane sendiri, embun, dwiky, arif. Kami berempat lah yang selalu menjadi korbannya, bukan masalah uang kas aja tapi urusan lain juga (ingin ku bernyanyi) pokoknya kalau ada mesin waktu doraemon atau pintu kemana saja, ane mau bawak kalian melihat langsung masa penjajahan kami dahulu (backsound sedih). Tapi nih ya kadang suka ketawa sendiri saat mengingat masa itu,apalagi saat kami kumpul berempat yang menjadi korbannya dan menceritakannya. Bisa ketawa ga jelas (hahaha). Namun, dibalik derita yang kami alami dulu nesya itu sebenarnya baik, dia begitu karena memang tugasnya, dan mungkin keganasannya muncul karena ulah kami yang membuat dia nanas (ganas kali ye). Tapi, memang banyak cerita yang ga bisa dilupakan dengan nesya, bukan hanya kami mungkin semua teman merasakan hal yang sama. Semoga nesya yang kami kenal sekarang tetap jadi nesya yang kami kenal seperti dulu.
Nah itu sekelumit cerita tentang nesya (negen) ane biasa manggil dia dengan itu (maafkan penulis ya) tapi bagaimanapun nesya itu kami selalu senang berteman denganmu. Karena banyak cerita yang kita punya dulu yang ga akan bisa kita lupakan. Apapun kenangan yang terjadi dahulu biarkan itu menjadi memori dalam ingatan yang kelak akan diceritakan pada anak-anak kita nanti.
Ok kita jumpa dicerita-cerita selanjutnya ya. Pantengin terus blognya ya jangan sampai terlewatkan. Assalamualaikum....
Lebih panjang lagi lah. Sampai 312 halaman keren tuh
BalasHapusSebelumnya makasih uda mampir,
HapusKarena masih tahap belajar masih pendek-pendek ceritanya. Pasti bakal ada yang panjang kok😊
Sudah keren tuh ceritanya
BalasHapusTinggal nunggu bagian berikutnya aja
Terima kasih sudah mau mampir.
BalasHapusDitunggu yang part selanjutnya. Dan selalu pantengin terus cerita-cerita lainnya.